Sabtu, 20 April 2013

air matanya lagi

hari ini tanggal 21 april 2013.

pagi ini aku terbangun bukan karena biasanya aku bangun sendiri, tetapi aku terbangun karena mendengar suara yang sedang menangis yang tak lain adalah ibuku. aku  masih ditempat tidur sambil mendengar tangisannya dan keluh kelasahnya. tak ada yang bisa kulakukan. aku hanya terdiam dan merasakan bagaimana perasaan ibuku. sampai akhirnya aku beranjak dari tempat tidurku menuju kamar mandi untuk cuci muka. dan ketika aku mulai kebelakang aku melihat ibuku sudah menghapus air matanya. mungkin beliau tidak ingin aku melihat air matanya. karena beliau tahu aku tidak ingin melihat pipinya basah karena kehidupan yang sulit ini. 
penyebab air matanya adalah ketika beliau hidup dalam keterpurukan bersama suaminya yang tidak bisa menafkahi keluarganya. jadi ibuku berusaha banting tulang sendiri untuk mencukupi kehidupan keluarga khususnya untuk aku dan abangku. 
ibuku adalah seorang wanita yang kuat, dan tak bisa aku jelaskan dg kata-kata. beliau bekerja dari pagi sampai malam bahkan pergi ke luar kota cuma pp dan hanya istirahat sebentar.
andaikan saja umurku sudah lebih dari 20 tahun dan lulus kuliah, pastinya aku tidak ingin melihat ibuku bersusah payah membanting tulang. aku ingin beliau menikmati masa tuanya. aku ingin melakukannya utuk ibuku bukan untuk ayahku, karena ibu adalah yang terpenting dalam hidupku. 
aku tidak ingin ada lagi air mata di pipi beliau, walaupun aku selalu cuek didepannya tapi aku sebenarnya sangat sayang dengan beliau bahkan akupun tak ingin beliau mengetahui aku menangis karena tidak bisa melakukan apa-apa untuk membantu beliau. 
ibu engaku adalah yang terbaik diantara yang terbaik dan engkau tak akan pernah bisa digantikan dengan ibu-ibu yang lain. i love you so much mom and only you.