Dulu sama sekarang tuh 180° udah berbeda, dan aku pun harus sadari itu.
Dulu ya semua masih lengkap, diselimuti dengan kebahagiaan saat kamu belum tahu apa-apa.
Tapi seiring berjalannya waktu pun aku menyadari bahwa tidak ada kebahagiaan itu lagi, apalagi memang ada yang salah dalam sistem di keluarga ini. Robohnya sistem keluargaku ini.
Terasa sangat menyakitkan. Hanya ada satu yang selalu memperjuangkan untuk keluargaku, ya hanya ada ibu saja.
selalu mendapatkan yang kita mau, tapi itu dulu.
Dan hidup itu pun selalu berputar tidak selamanya bahagia, tapi saat ini benar-benar di uji. Seberapa kuatkah keluarga ku mampu bertahan atas ujian dari Tuhan ini.
Tapi, jujur terkadang aku pun masih belum bisa terima dan menyadari ternyata sudah tidak seperti dulu lagi.
Ingin ini itu, semuanya harus di tunda dulu.
Rasanya ingin membantu ibu, tapi ibu pun menuntut aku harus fokus pada sekolah, dalam hati aku selalu menolaknya. Kenapa di paksa jika memang tidak mampu lagi, aku rela kalau harus meninggalkan sekolahku daripada harus membuat ibuku semakin sakit.
Tapi, beliau kekeh ingin aku sekolah.
Selalu saja hanya bisa menangis saat benar-benar terjatuh seperti ini. Tidak seorangpun nengetahui ini, apalagi kalau aku menangis.
Aku pun lebih sering memilih untuk sendiri dan menjauh dari orang lain. Sendiri semuanya itu lebih baik untukku daripada berharap pada orang yang nyatanya tidak bisa membantu. Dan diam adalah bagian yang selalu aku pilih untuk menutup semua yang terjadi padaku.
Bukan sombong atau pemilih, tapi lebih menutup diri dari siapa pun.
Salam kenal ya..Jngan lupa kunjungi balik blog saya. :D
BalasHapus